RSS

Ayam terakhir

18 Mar

———————

Joko sedang kesal dan hal yang bisa meredam kegalauan hatinya hanyalah
dengan makan se-banyak²nya. Ia pun pergi ke Rumah Makan kesukaannya dan
memesan ayam goreng satu potong.

Beberapa saat kemudian pesanannya datang. Tapi begitu ia akan
menikmatinya,
pelayan lain datang dan berkata, “Aduh, maaf Mas..itu sebenarnya
pesanan
lelaki tinggi besar yang di sana itu. Dan ini merupakan stok ayam
terakhir
yang kami punya. Maaf ya Mas.”

Joko menoleh ke arah lelaki yang ditunjuk, lalu berkata, “Karena sudah
terlanjur di sini, jadi ayam ini milik saya. Toh saya juga membayar.”

Sementara si pelayan restoran tampak kebingungan, lelaki tinggi besar
dengan wajah marah sambil membawa pisau makan menghampiri Joko.

“Hai kamu, jangan sentuh!! Apapun yang kamu lakukan terhadap ayam itu
akan aku lakukan terhadapmu. Kamu potong kakinya, aku potong kakimu.
Kamu potong perutnya, aku potong juga tusuk juga perutmu!
Pokoknya apapun yang kamu lakukan, akan aku lakukan juga padamu!”

Joko terdiam beberapa saat, lalu pelan² ia mengangkat ayamnya,
membawanya
ke depan mulutnya, lalu menjilati pantatnya…..

Doa seorang Slamet

Slamet masuk ke toko obat dan membeli sebiji kondom. Dengan
riang
dia
bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan
malam di
rumah pacarnya. “Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu
kan
ada
kelanjutannya”, tambah slamet sambil menyeringai. Kondom pun
berpindah
tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. “Saya
minta satu
lagi”, katanya. “Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula.
Saya rasa
dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur…”.
Kondom
kedua berpindah
tangan.

Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi.
“Begini, ibunya
juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari
usianya.
Dan
kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya
yakin dia
juga tak keberatan kalau saya
dekati…”.

Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke rumah pacarnya
sambil tak
putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Slamet, adik dan
ibunya
sudah
menunggu. Slamet pun
langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet langsung
memimpin
doa sambil
menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa. Dua menit.
Slamet
terus
komat-kamit — cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik,
“Saya baru
tahu kamu ternyata sangat religius”.

Sambil terus menunduk, Slamet menjawab dengan suara hampir
menangis:
“Saya juga baru tahu ayah kamu yang punya toko obat….”

 
Leave a comment

Posted by on March 18, 2011 in Humor

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: